Laman

Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 07 Mei 2010

MEDIA PEMBALAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (POWER POINT)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Menurut paradigma behavioristik, belajar merupakan transmisi pengetahuan dari expert ke novice. Berdasarkan konsep ini, peran guru adalah menyediakan dan menuangkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Guru mempersepsi diri berhasil dalam pekerjaannnya apabila dia dapat menuangkan pengetahuan sebanyak- banyaknya ke kepala siswa dan siswa dipersepsi berhasil apabila mereka tunduk menerima pengetahuan yang dituangkan guru kepada mereka. Praktek pendidikan yang berorientasi pada persepsi semacam itu adalah bersifat induktrinasi, sehingga akan berdampak pada penjinakan kognitif para siswa, menghalangi perkembangan kreativitas siswa, dan memenggal peluang siswa untuk mencapai higher order thinking.
Akhir-akhir ini, konsep belajar didekati menurut paradigma konstruktivisme. Menurut paham konstruktivistik, belajar merupakan hasil konstruksi sendiri (pebelajar) sebagai hasil interaksinya terhadap lingkungan belajar. Pengkonstruksian pemahaman dalam ivent belajar dapat melalui proses asimilasi atau akomodasi. Secara hakiki, asimilasi dan akomodasi terjadi sebagai usaha pebelajar untuk menyempurnakan atau merubah pengetahuan yang telah ada di benaknya (Heinich, et.al., 2002). Pengetahuan yang telah dimiliki oleh pebelajar sering pula diistilahkan sebagai prakonsepsi. Proses asimilasi terjadi apabila terdapat kesesuaian antara pengalaman baru dengan prakonsepsi yang dimiliki pebelajar. Sedangkan proses akomodasi adalah suatu proses adaptasi, evolusi, atau perubahan yang terjadi sebagai akibat pengalaman baru pebelajar yang tidak sesuai dengan prakonsepsinya.
Tinjauan filosofis, psikologi kognitif, psikologi sosial, dan teori sains sepakat menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan (Dole & Sinatra, 1998). Siswa sendiri yang melakukan perubahan tentang pengetahuannya. Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, mediator, dan pembimbing. Jadi guru hanya dapat membantu proses perubahan pengetahuan di kepala siswa melalui perannya menyiapkan scaffolding dan guiding, sehingga siswa dapat mencapai tingkatan pemahaman yang lebih sempurna dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Guru menyiapkan tanggga yang efektif, tetapi siswa sendiri yang memanjat melalui tangga tersebut untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam. Berdasarkan paradigma konstruktivisme tentang belajar tersebut, maka prinsip media mediated instruction menempati posisi cukup strategis dalam rangka mewujudkan ivent belajar secara optimal. Kegiatan belajar yang optimal merupakan salah satu indikator untuk mewujudkan hasil belajar peserta didik yang optimal pula. Hasil belajar yang optimal juga merupakan salah satu cerminan hasil pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas memerlukan sumber daya guru yang mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001).
Dalam era perkembangan Iptek yang begitu pesat dewasa ini, profesionalisme guru tidak cukup hanya dengan kemampuan membelajarkan siswa, tetapi juga harus mampu mengelola informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa (Ibrahim, et.al., 2001). Konsep lingkungan meliputi tempat belajar, metode, media, sistem penilaian, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengemas pembelajaran dan mengatur bimbingan belajar sehingga memudahkan siswa. Dampak perkembangan Iptek terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media pembelajaran, seperti buku teks, modul, overhead transparansi, film, video, televisi, slide, hypertext, web, dan sebagainya. Guru profesional dituntut mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada di sekitarnya.
Seiring dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media, maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Mengingat Penggunaan media dipandang penting dalam membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Maka, penyiapan media pembelajaran menjadi salah satu tanggung jawab dari guru. Namun yang jadi persoalan, terkadang guru kurang memperhatrikan betapa pentingnya sebuah media dalam pembelajaran, akibatnya selama ini masih banyak guru yang mengajar dengan asal-asalan, apa adanya dan terkesan hanya sekedar memenuhi target saja. Padahal tugas guru salah satunya adalah mengemas suatu pembelajaran semenarik mungkin, sehingga pembelajaran bukan merupakan suatu beban melainkan sebagai pengalaman siswa yang menyenangkan. Dan sekali lagi itu semua tidak akan terlepas dari peran sebuah media pembelajaran.
Sejalan dengan itu, meluasnya kemajuan bidang komunikasi dan teknologi serta tingginya dinamika dalam dunia pendidikan semakin meluas pula tuntutan dan peluang penggunaan media yang lebih maju dan bervariasi di dalam proses pembelajaran. Terutama, dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, berbagai kemungkinan dan kemudahan ditawarkan di dalam upaya memberi solusi terhadap berbagai masalah pembelajaran, terlebih untuk pengembangan media. Teknologi kumputer menawarkan berbagai kemungkinan dan kemudahan menghasilkan dan mengolah audio-visual sehingga pembuatan media pembelajaran yang lebih maju dan variatif dapat dilakukan.
Makalah ini menyajikan ringkasan mengenai pengrtian dan manfaat media pembelajaran; landasan penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar; perangkat dan klasifikasi media pembelajaran; karakteristik media pembelajaran; serta mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan dari seuatu media tersebut. Ringkasan ini diharapkan dapat berperan sebagai salah satu pendukung bagi para guru untuk menuju pemenuhan tuntutan profesionalisme.

B. Rumusan Masalah
Merujuk pada latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dalam penulisan makalah ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran konvensional?
3. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran moderen?
4. Apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran moderen?
5. Bagaimana contoh penggunaan media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran moderen di sekolah?

C. Tujuan Penulisan
Merujuk pada rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami:
1. Pengertian, jenis, dan fungsi dari media pembelajaran.
2. Pengertian, jenis, dan fungsi dari media pembelajaran konvensional.
3. Pengertian, jenis, dan fungsi dari media pembelajaran moderen.
4. Keunggulan dan kelemahan dari media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran moderen.
5. Contoh penggunaan media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran moderen.




BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. sedangkan menurut pengertian kamus media adalah alat, sarana komunikasi, penghubung, atau yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb). Jika media itu digunakan di dalam proses pembelajaran disebut “media pembelajaran”. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran menurut cara dan sudut pandang mereka masing-masing. Pengertian yang paling umum di antaranya dikemukakan oleh E. De Corte, yaitu “Suatu sarana nonpersonal (bukan manusia) yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajar, yang memegang peranan dalam proses belajar-mengajar, untuk mencapai tujuan instruksional”, (Winkel, 1989: 187). Oemar Hamalik (1982: 23) dengan menggunakan istilah media pendidikan mengartikannya sebagai alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dengan peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Pengertian ini secara eksplisit menyatakan bahwa peran media dalam proses pembelajaran membawa pengaruh terhadap pencapaian hasil pembelajaran. Kemudian, positif-tidaknya pengaruh media tersebut lanjut Winkel bergantung pada kesesuaian media yang dipilih dengan tujuan instruksional khusus, materi pelajaran, prosedur didaktik, serta sifat dan kecenderungan peserta didik, (Winkel, 1989: 189).
Sementara itu, Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Sayhusaini dalam (http://sayhusaini.blogspot.com/2009/03/macam-macam-media-pembelajaran-dan.html) menyatakan bahwa Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang melliputi pesan, orang, dan peralatan. Sedangkan Menurut syaifulbahri djamarah dan aswan zain, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan.
Dari semua definisi yang telah dipaparkan di atas jelas bahwasanya media pembelajaran merupakan suatu sarana yang penting dalam sebuah proses belajar mengajar, terutama untuk membantu merangsang kerja otak siswa dengan berbagai pengalaman yang menarik, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, berkesan, bermakna.

2. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang melliputi pesan, orang, dan peralatan. Menurut syaifulbahri djamarah dan aswan zain,media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan. Dalam perkembangannya media pembelajaran pastilah mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok yaitu:
a. Media hasil teknologi cetak
Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanisatau photografis. Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik.
Karakteristik media cetak:
a. Teks dibaca secara linier.
b. Menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif
c. Ditampilkan secara statis atau diam.
d. pengembangannya sangat bergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
e. Berorientasi atau berpusat pada siswa.
Pendekatan yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga pendidikan dan para pengajar berfungsi dan berperan sebagai penunjang saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini didesainsedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajardengan sistem yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membenntuk gaya belajarnya masingmasing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai penunjang, fasilitator dan semangat pada siswa yang sedang belajar.
b. Media hasil teknologi audio-visual
Teknologi audi-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual. Penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.
Karakteristik:
f. Bersifat linear
g. Menyajikan visual yang dinamis
h. Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang
i. Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
j. Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
k. Berorientasi pada guru
Pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konfensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga penndidikan. Dalam sistemini guru mengkomunikasikan pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face)
c. Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilka atau menyampaikanmateri dengan menggunakan sumber-suber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajiandan tujuan yang ingin dicapai melipiti tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahian dan keterampilan yang baru dipelajari dari, dan basis data(sumber yang dapat membantu siswa menambahh informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing)
Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan computer:
l. Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
m. Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
n. Gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
o. Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
p. Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi
q. Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai
d. Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi komputer
Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel(alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.
r. Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear
s. Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan inginkan oleh perancangnya
t. Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa
u. Prinsip ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalampengembangan dan penggunaanpelajaran
v. Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan
w. Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa
x. Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber
Selain pembagian itu ada lagi pembagian media pembelajaran menurut jenis, daya liput, dan bahannya.
(http://sayhusaini.blogspot.com/2009/03/macam-macam-media-pembelajaran-dan.html)

3. Peran dan Fungsi Media Pembelajaran
Media dalam sebuah pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam mencapai tujuan pembelajaran . pembelajaran akan berjalan lebih bermakna dengan pemilihan media yang pas atau sesuai. Kemp dkk (1985) dalam Yudi Nugraha menjabarkan peran media di dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut.
a. Penyajian materi ajar menjadi lebih standar.
b. Penyusunan media yang terencana dan terstruktur dengan baik membantu pengajar untuk menyampaikan materi dengan kualitas dan kuantitas yang sama dari satu kelas ke kelas yang lain.
c. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
d. Kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif
e. Materi pembelajaran dapat dirancang, baik dari sisi pengorganisasian materi maupun cara penyajiannya yang melibatkan siswa, sehingga siswa menjadi lebih aktif di dalam kelas.
f. Media dapat mempersingkat penyajian materi pembelajaran yang kompleks, misalnya dengan bantuan video. Dengan demikian, informasi dapat disampaikan secara menyeluruh dan sistematis kepada siswa.
g. Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
h. Penyajian pembelajaran dengan menggunakan media yang mengintegrasikan visualisasi dengan teks atau suara akan mampu mengkomunikasikan materi pembelajaran secara terorganisasi. Dengan menggunakan media yang lebih bervariasi, maka siswa akan mampu belajar dengan lebih optimal.
i. Dengan media yang makin lama makin canggih maka kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja tetapi bisa di mana saja. Misalnya, dengan teleconference pengajar dari luar kota bisa memberikan materinya, atau dengan CD peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran melalui media secara mandiri sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini seperti halnya Anda yang jarak jauh bisa menggunakannya.

Sementara itu, dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalam ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut. Pertama, kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut. Pertama, verbalisme, artinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru. Kedua, salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya. Ketiga, perhatian tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru. Keempat, tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep. Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran
Yudi Nugraha dalam (http://yudinugraha.com) menjelaskan ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu kita ketahui. Fungsi pertama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar. Kedua fungsi utama tersebut dapat ditelaah dalam ulasan di bawah ini.
1. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Tentunya kita tahu bahwa setiap materi ajar memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud antara lain berupa globe, grafik, gambar, dan sebagainya. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin terasa apabila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/kompleks. Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini dilandasi keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.
2. Media pembelajaran sebagai sumber belajar.
Sekarang Anda menelaah media sebagai sumber belajar. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Media pendidikan, sebagai salah satu sumber belajar, ikut membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa.
Dari dua fungsi utama media di atas maka secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
2. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berba- haya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secar langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
5. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
6. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.
7. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Denganmenggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelastentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dansebagainya.
8. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau fotosiswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran,warna, dan sebagainya.
9. Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Denganvideo, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamatihanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yangberlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa
10. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Denganbantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi,teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.
11. Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Denganfilm atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak,dan sebagainya.
12. Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan,model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
13. Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamatisecara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).
14. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secaraserempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
15. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.

Dari definisi, jenis, peran dan fungsi dari media pembelajaran yang dipaparkan di atas tentulah seorang guru akan mampu mengidentifikasi media yang sesuai dengan yang dibutuhkan siswa. Untuk lebih jelasnya untuk selanjutnya akan dibahas secara lebih mendalam mengenai perbedaan antara media pembelajaran konvensional dengan media pembelajaran moderen.

B. Media Pembelajaran Konvensional.
Teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalam proses pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi para guru. Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan yaitu sistem pembelajaran konvensional (faculty teaching), kental dengan suasana instruksional dan dirasa kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. Lebih dari itu kewajiban pendidikan dituntut untuk juga memasukkan nilai-nilai moral, budi pekerti luhur, kreatifitas, kemandirian dan kepemimpinan, yang sangat sulit dilakukan dalam sistem pembelajaran yang konvensional. Sistem pembelajaran konvensional kurang fleksibel dalam mengakomodasi perkembangan materi kompetensi karena guru harus intensif menyesuaikan materi
pelajaran dengan perkembangan teknologi terbaru.
1. Pengertian Media Pembelajaran Konvensional
a. Pengertian Media
Istilah media merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam pengertian ini perlu dicermati apakah media itu statis atau dinamis.
 Gagne (1970)
Media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan mahasiswa yang dapat merangsang mahasiswa untuk belajar.
 Briggs (1970)
Media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi belajar supaya proses belajar terjadi.
b. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.
c. Pengertian Pembelajaran Konvensional
Menurut Djamarah (1996) metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, serta pembagian tugas dan latihan.
Menurut Roestiyah N.K. (1998) cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah Pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah. Sejak duhulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya pada siswa, ialah secara lisan atau ceramah. Pembelajaran konvensional yang dimaksud adalah pembelajaran yang biasa dilakukan oleh para guru. Bahwa, pembelajaran konvensional (tradisional) pada umumnya memiliki kekhasan tertentu, misalnya lebih mengutamakan hapalan daripada pengertian, menekankan kepada keterampilan berhitung, mengutamakan hasil daripada proses, dan pengajaran berpusat pada guru.
Pembelajaran konvensional adalah Pembelajaran yang monoton (tidak kreatif), hanya mendengarkan guru berceramah (pasif, tidak aktif), kurangnya transfer ilmu yang dapat bertahan lama pada siswa (tidak efektif), dan terakhir tentu saja sangat membosankan (tidak menyenangkan).
Karakteristik model pembelajaran konvensional dalam penerapannya di kelas, antara lain :
• Siswa adalah penerima informasi
• Siswa cenderung belajar secara individual
• Pembelajaran cenderung abstrak dan teoritis
• Perilaku dibangun atas kebiasaan
• Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan
• Peserta didik tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman
• Bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural
Pembelajaran konvensional lebih cenderung teacher centered (berpusat kepada pendidik), yang dalam proses pembelajarannya siswa lebih banyak menerima informasi bersifat abstrak dan teoritis. Pembelajaran Konvensional mempunyai sifat:
• Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok.
• Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”.
• Kelompok belajar biasanya homogen.
• Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing.
• Keterampilan sosial sering tidak secara langsung diajarkan.
• Pemantauan melalui onservasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung.
• Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar
• Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.
d. Pengertian Media Pembelajaran Konvensional
Media merupakan salah isu penting dalam proses pembelajaran. Media juga merupakan pranala utama dalam menjembatani pebelajar dengan pusat dan sumber belajar. Media seringkali menjadi sandaran utama dalam proses pembelajaran konvensional. Dimana dalam proses pembelajaran konvensional, strategi pembelajaran langsung berpusat pada seorang guru didepan siswa dimana guru ini menjadi sumber dan sekaligus menjadi pusat dalam pembelajaran.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran konvensional adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali namun dalam penggunaannya sangat tidak efektif, membosankan, dan bias jadi sulit ditemukan karena keterbatasan dalam penggunaannya.

2. Contoh Media Pembelajaran Konvensional
Media pembelajaran konvensional banyak jenisnya, misalnya media visual. Sesuai dengan namanya, media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Yang tergolong media pembelajaran konvensional dalam media visual ini yaitu media visual yang tidak diproyeksikan, antara lain: gambar mati, media grafis, realia dan model. Dan yang akan dibahas disini adalah gambar mati atau gambar diam (still picture).
a. Pengertian gambar diam
Gambar diam/mati ini adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau seperti fotografik, misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan/isi pelajaran yang disampaikan pada siswa. Gambar diam ini ada yang tunggal dan ada juga yang berseri, yaitu sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
b. Tujuan media gambar diam
• Mengenalkan nama-nama dalam pembelajaran
• Gambar-gambar tersebut dapat dijadikan alat bantu untuk memahami topik pembelajaran
• Gambar-gambar tersebut juga dapat ditujukan untuk menstimulasi kegiatan berbicara dan menulis permulaan
Wujud media gambar ini berukuran kecil 5 X 5 cm dan besar 20 X 20 cm. Ada yang memiliki warna asli sesuai dengan warna benda nyatanya dan ada yang hanya hitam putih saja. Gambar-gambar benda tersebut dapat diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya, misalnya klasifikasi binatang piaraan, klasifikasi alat tulis, klasifikasi mebeler dan lain-lain. Apabila diperlukan penampilan gambar masing-masing klasifikasi maka dapat ditempatkan dalam kotak. Selanjutnya semuanya akan ditampung dalam satu kotak besar, yang di dalamnya terdapat kotak-kotak kecil.
Adapun kegunaan media gambar benda dapat digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan berikut :
• Pengenalan nama-nama benda mati dan benda hidup dalam bahasa Inggris, diiringi dengan ucapan guru dan bisa juga bersama tulisannya.
• Pengulangan pembelajaran nama-nama tersebut lewat permainan.
• Menciptakan suasana yang menarik dalam kelas.
Keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan media gambar diam ini, yaitu :
• Dapat menterjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak menjadi realistik.
• Banyak tersedia dalam buku-buku, majalah, surat kabar, kalender dansebaginya.
• Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain.
• Tidak mahal, bahkan mungkin tanpa biaya
• Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua pelajaran/disiplin ilmu.
Sedangkan keterbatasan dari media gambar diam ini terkadang ukuran gambarnya terlalu kecil jika digunakan dalam satu kelas, hanya berupa dua dimensi dan tida bisa menimbulkan kesan gerak.

C. Media Pembelajaran Modern.
Telah menjadi pengetahuan umum bahwa penggunaan media merupakan salah satu komponen penting di dalam proses pembelajaran di sekolah. Penggunaan media dipandang penting oleh karena membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penyiapan media pembelajaran menjadi salah satu tanggung jawab guru.

1. Klasifikasi Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.
Secara umum media pembelajaran diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.
a. Media Visual
1) Media yang tidak diproyeksikan
a) Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b) Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c) Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
 gambar / foto: paling umum digunakan
 sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
 diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
 bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
 grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2) Media Proyeksi
a) Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
 Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
 Membuat sendiri secara manual
b) Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
b. Media Audio
1) Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2) Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
c. Media Audio-Visual
1) Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2) Media Berbasis Komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
2. Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Komputer telah mulai diterapkan dalam pembelajaran bahasa mulai 1960. Dalam 46 tahun pemakaian komputer ini ada berbagai periode kecenderungan yang didasarkan pada teori pembelajaran yang ada. Periode yang pertama adalah pembelajaran dengan komputer dengan pendekatan behaviorist. Periode ini ditandai dengan pembelajaran yang menekankan pengulangan dengan metode drill dan praktek. Periode yang berikutnya adalah periode pembelajaran komukatif sebagai reaksi terhadap behaviorist. Penekanan pembelajaran adalah lebih pada pemakaian bentuk-bentuk tidak pada bentuk itu sendiri seperti pada pendekatan behaviorist.
Periode atau kecenderungan yang terakhir adalah pembelajaran dengan komputer yang integratif. Pembelajaran integratif memberi penekan pada pengintegrasian berbagai ketrampilan berbahasa, mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca dan mengintegrasikan tehnologi secara lebih penuh pada pembelajaran.
Lee merumuskan paling sedikit ada delapan alasan pemakaian komputer sebagai media pembelajaran (Lee, 1996) Alasan-alasan itu adalah: pengalaman, motivasi, meningkatkan pembelajaran, materi yang otentik, interaksi yang lebih luas, lebih pribadi, tidak terpaku pada sumber tunggal, dan pemahaman global.
Pembelajaran dengan komputer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas. Pembelajaran pun menjadi lebih bersifat pribadi yang akan memenuhi kebutuhan strategi pembelajaran yang berbeda-beda.
Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untukmengaplikaskan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari, dan basis data (sumber yang dapat membantu siswa menambah informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing).
Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan komputer:
a. Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
b. Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
c. gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
d. Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
e. Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi
f. Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi komputer.
Pada makalah ini, kami mengkhususkan pembahasan pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media berbasis komputer terutama program power point untuk mewakili media dari kelompok modern.
3. Microsoft PowerPoint
Microsoft PowerPoint merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multi media. Didalam komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program Microsoft Office dalam OS Windows. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.
PowerPoint merupakan salah satu media untuk menyampaikan presentasi. PowerPoint dapat merupakan bagian dari keseluruhan presentasi maupun menjadi satu-satunya sarana penyampaian informasi. PowerPoint sebagai pendukung presentasi misalnya adalah PowerPoint sebagai alat bantu visual dalam presentasi oral. PowerPoint dapat pula menjadi media utama penyampaian presentasi, misalnya pada presentasi produk/iklan mini, profil perusahaan, dan presentasi online. Presentasi semacam ini dapat disertai dengan narasi dan ilustrasi suara, musik, atau video yang dimainkan pada saat presentasi.
Beberapa hal yang menjadikan media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi adalah berbagai kemampuan pengolahan teks, wana, dan gambar, serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas penggunanya.
Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud, terdiri dari slide, teks, gambar dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat kita buat tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan kita. Seluruh tampilan dari program ini dapat kita atur sesuai keperluan, apakah akan berjalan sendiri sesuai timing yang kita inginkan, atau berjalan secara manual, yaitu dengan mengklik tombol mouse. Biasanya jika digunakan untuk penyampaian bahan ajar yang mementingkan terjadinya interaksi antara peserta didik dengan tenaga pendidik, maka kontrol operasinya menggunakan cara manual.
4. Presentasi
Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara seseorang dengan orang lain atau beberapa orang. Kita membawa informasi tersebut kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui sebuah saluran. Selanjutnya orang menerima informasi dan bereaksi atas informasi yang diterimanya tersebut. Keberhasilan suatu presentasi ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang dapat diterima oleh orang dan seberapa ketepatan reaksi yang diberikan oleh orang seperti yang Anda inginkan. Sebagai contoh, Anda melakukan presentasi produk untuk melakukan penjualan. Anda mempresentasikan semua keunggulan produk yang Anda jual. Presentasi dikatakan berhasil jika orang yang mengikuti presentasi mau membeli produk Anda tersebut.
Presentasi memiliki beberapa tujuan. Tujuan presentasi akan sangat menentukan bagaimana kita akan melakukan dan mendesain presentasi. Tujuan presentasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada orang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secara detail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
b. Meyakinkan: presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik tertentu. Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis akan mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang diberikan.
c. Membujuk: presentasi yang berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis agar orang mau melakukan suatu aksi/tindakan. Presentasi dapat berisi bujukan, atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.
d. Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi orang.
e. Menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada orang melalui informasi yang diberikan.
5. Langkah-langkah Menyusun Desain Presentasi
Membuat desain presentasi tidak hanya sekedar ‘mempercantik’ tampilan presentasi, namun lebih dari itu, yaitu : mendesain presentasi yang memudahkan audien menyerap informasi dan tujuan presentasi tercapai. Sering penulis perhatikan, banyak presenter yang mendesain presentasi sedemikian indahnya, sayangnya desain tersebut hanya enak dilihat tapi sulit dipahami. Sering juga desain presentasi dibuat monoton dan ‘datar-datar’ saja atau hanya melulu berisi teks saja, sehingga audien menjadi cepat bosan dan mengantuk. Sebelum mulai mendesain presentasi ada beberapa langkah untuk mendesainpresentasi, yaitu sebagai berikut:
Pertama tetapkan terlebih dahulu tujuan melakukan presentasi. Tujuan harus jelas dan spesifik. Tujuan ini akan menjadi guideline pada saat membuat desain presentasi. Selanjutnya kenali audien atau pada siapa presentasi tersebut ditujukan. Dengan lebih mengenal audien akan semakin memudahkan untuk membuat desain presentasi yang sesuai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari audien antara lain:
usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, latar belakang sosial budaya kedudukan dan jabatan, jumlah.
Langkah berikutnya adalah mulailan membuat ouline presentasi. Tuliskan outline di atas kertas atau dalam dokumen MS Word atau langsung di atas slide PowerPoint. Outline dibuat berdasarkan makalah presentasi jika ada. Pada saat membuat outline ini, pikirkan juga bahan-bahan pendukung presentasi, misalnya: clip art, picture, sound, background musik, video klip dan lain sebagainya. Selanjutnya mulailah tuangkan desain di atas slide PowerPoint. Lengkapi outline yang sudah dibuat dengan keterangan tambahan. Berilah warna pada font. Atur tata letaknya. Berilah warna pada background. Berikutnya, mulai menambahkan multimedia ke dalam slide. Tambahkan clip art, picture, atau gambar lainnya. Aturlah tata letaknya agar tampak menarik. Tambahkan pula efek animasi, bakcground audio, dan video. Namun harus diperhatikan bahwa semua komponen multimedia ini harus memperjelas isi presentasi dan mendukung pencapaian tujuan presentasi. Sebelum menyelesaikan desain, ulas ulang desain yang telah dibuat. Jika perlu minta pendapat dan masukan dari orang lain. Lakukan perbaikan-perbaikan jika diperlukan, hingga Anda telah yakin presentasi telah seperti yang diinginkan.


6. Elemen dan Prinsip Desain Presentasi
Presentasi dengan PowerPoint adalah presentasi visual, kita memiliki kekuatan untuk mengatur gerakan mata audien, memanipulasi emosinya, dan mempercepat denyut jantung audien. Elemen-elemen visual presentasi jika digunakan secara efektif dapat memberikan dampak yang besar pada audien. Elemen-elemen desain presentasi antara lain sebagai berikut : warna, gambar (picture), animasi dan movie, bentuk (shape), garis, teks, value atau tone, tekstur, suara, volume atau ukuran.
a. Warna
Elemen yang paling berpengaruh pada presentasi visual adalah warna dan gambar (picture, movie, dan animasi). Penggunaan dua macam elemen ini dengan efektif akan membantu keberhasilan presentasi. Warna adalah cahaya dan cahaya adalah energi. Ilmuwan banyak menemukan bukti bahwa ada pengaruh nyata warna terhadap aspek psikologi manusia. Orang akan memberikan reaksi tertentu ketika terekspose oleh warna-warna tertentu. Warna dapat menstimulasi, membangkitkan gairah, menekan, menenangkan, membangkitkan selera makan, dan menciptakan kesan hangat atau dingin. Aspek psikologi warna berkaita erat dengan pengalaman personal dan lingkungan sosial budaya. Warna juga memberikan pengaruh pada tubuh seperti halnya memberikan pengaruh pada pikiran manusia. Namun, demikian warna juga memiliki pengaruh yang universal, misalnya: kesan hangat atau dingin.
Warna yang dominan dalam desain presentasi akan memberi ’jiwa’ pada presentasi tersebut. Sesuaikan kombinasi warna dengan respon audien yang diinginkan sehingga tujuan presentasi tercapai.
b. Picture dan movie
Satu gambar seribu makna. Satu gambar dapat mengantikan penjelasan yang
dituliskan dengan kata-kata. Orang akan lebih cepat dan lebih mudah menangkap informasi yang disampaikan dengan gambar daripada dengan kata-kata/tulisan. Selain daripada itu gambar lebih bersifat universal, sedangkan kata-kata terbatas pada orang yang memahami bahasa dari kata-kata tersebut.
Dalam mendesain presentasi sebaiknya visualisasikan ide, gagasan, data dan informasi dalam bentuk gambar. Pengambaran visual ini sangat membantu orang mencerna isi presentasi. Apabila isi presentasi tidak dapat ditampilkan dalam bentuk gambar, sebisa mungkin disertakan ilustrasi yang dapat membantu audien mengerti dan memusatkan perhatian pada isi presentasi tersebut. Jadi gambar tidak hanya dijadikan sebagai penghias presentasi saja.
c. Animasi
Efek animasi merupakan salah satu kelebihan PowerPoint. Tidak kurang dari 203 efek animasi yang tersedia. Efek animasi ini dapat diterapkan pada objek teks, grafik, gambar, garis dan shape. Penggunaan efek animasi yang tepat dan efektif dapat membantu keberhasilan presentasi. Namun, penggunaan efek animasi yang berlebihan justru akan mengacaukan presentasi. Penggunaan efek animasi dalam desain presentasi harus benar-benar efektif. Elemen-elemen desain presentasi secara bersama-sama membangun sebuah presentasi PowerPoint. Desain presentasi akan terlihat bagus, menarik, dan mudah dipahami apabila mengikuti prinsip-prinsip desain presentasi. Prinsip-prinsip desain presentasi antara lain adalah sebagai berikut:
1) Penekanan (emphasis)
Emphasis atau penekanan sering juga disebut dengan pusat perhatian. Dalam setiap desain slide presentasi harus ada satu bagian yang menjadi pusat perhatian. Emphasis dapat diberikan pada sebuah elemen atau sekelompok elemen. Emphasis dapat juga diberikan pada bagain yang paling penting dari isi presentasi. Emphasis dapat diberikan dengan berbagai cara, misalnya: ukuran yang paling besar, warna yang paling mencolok atau menonjol, animasi, penambahan suara, ataupun dengan movie.
2) Harmoni
Harmoni berkaitan dengan rasa atau perasaan. Harmoni dapat diciptakan dengan berbagai cara. Kombinasi warna akan menciptakan harmoni. Variasi ukuran/volume untuk huruf/bentuk akan menciptakan harmoni. Begitu pula variasi bentuk akan menciptakan harmoni.
3) Kesatuan dan Konsistensi
Kesatuan (Unity) dan konsistensi akan menjaga perhatian audien. Kesatuan disini bukan berarti tanpa variasi. Kesatuan dapat diciptakan misalnya dengan menggunakan huruf yang sama tetapi dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran font untuk judulmisalnya 28 pt, sedangkan ukuran teks biasa 20 pt. Penggunan huruf yang sama dengan ukuran dan warna yang sama untuk setiap sub judul akan menciptakan konsistensi. Kalau kita menggunakan desain template, penggunaan desain template yang sama untuk seluruh slide akan menciptakan kesatuan dan konsistensi.
4) Keseimbangan
Keseimbangan berkaitan dengan penempatan elemen-elemen desain presentasi. Keseimbangan adalah perbandingan komposisi sisi kanan dan sisi kiri atau sisi bawah dengan sisi atas. Keseimbangan dapat dibagi menjadi dua macam:
 Keseimbangan Simetris atau formal. Sisi yang saling berlawanan memiliki bobot yang sama atau seimbang.
 Keseimbangan Asimetris. Sisi yang berlawanan memiliki bobot yang tidak sama.
7. Memasukkan Teks, Gambar, Suara dan Video
Fasilitas yang penting dari program aplikasi ini adalah fasilitas untuk menampilkan teks. Dengan fasilitas ini pembuat program bisa menampilkan berbagai teks untuk berbagai keperluan misalnya untuk pembelajaran menulis, membaca atau pembelajaran yang lain.
Cara memasukan teks ke dalam program aplikasi ini cukuip sederhana. Sesudah pemakai menghidupkan komputer dan masuk program Power point dan sesudah memilih jenis tampilan layar maka pemakai dapat menekan menu insert sesudah itu akan muncul berbagai pilihan. Salah satu pilihan itu adalah insert textbox. Tekan menu ini dan akan muncul kotak teks di dalam tampilan presentasi. Langkah berikutnya adalah mengkopi teks yang ingin dimasukkan dan kemudian menempelkannya (paste) pada kotak yang tersedia. Apabila tidak ingin mengkopi bisa juga menulis langsung dalan kotak teks yang sudah tersedia.
Untuk memasukan gambar langkahnyapun sama dengan cara memasukkan teks. Pertama tekan menu insert sesudah itu pilih menu insert picture. Sesudah menu ini dipilih akan muncul dua pilihan from file ... dan from clip art... Apabila pemrogram ingin memasukkan gambar dari file maka tekan pilihan pertama dan apabila ingin memakai gambar dari clip art yang sudah ada di komputer maka tekan pilihan yang kedua.
Suara dan video merupakan dua fasilitas yang disediakan oleh Microsoft Powerpoint yang sangat mendukung pemrograman pembelajaran bahasa. Untuk memasukkan video tekan menu insert dan selanjutnya tekan menu movies and sounds. Maka akan muncul dua pilihan untuk masing-masing. Untuk suara (sounds) akan muncul sounds from file dan sounds from Gallery demikian pula untuk movies akan muncul pilihan Movies from file atau Movies from Gallery. Pemrogram tinggal memilih jenis file yang akan dimasukkan.
8. Membuat tampilan menarik
Tampilan yang manarik akan meningkatkan minat dan motivasi pembelajar untuk menjalankan program. Ada beberapa fasilitas yang disediakan untuk membuat tampilan menarik. Fasilitas yang pertama adalah background. Background akan memperindah tampilan program. Ada beberapa jenis background yang ditawarkan, yang pertama adalah dengan memberi warna, yang kedua dengan memberi tekstur dan yang ketiga adalah memasang gambar dari file sendiri.
Langkah pemasangan background adalah dengan menekan menu format dan kemudian menekan menu background. Sesudah itu akan muncul pilihan background fill, more color dan fill effects. Apabila pemrogram ingin memilih warna yang sudah ada maka tekan apply, apabila ingin memilih warna sendiri tekan more color, pilih warna dan tekan apply, dan apabila ingin memberi tekstur atau gambar sendiri maka tekan fill effects, pilih tekstur atau gambar dan tekan apply.
Fasilitas lain yang akan membuat tampilan lebih menarik adalah fasilitas animasi. Dengan fasilitas ini gambar-gambar dan teks akan muncul ke layar dengan cara tampil yang bervariasi. Fasilitas animasi ini memungkinkan gambar atau objek lain tampil dari arah yang berbeda atau dengan cara yang berbeda. Objek bisa melayang dari atas, bawah, kanan, kiri, atau dari sudut. Objek juga bisa muncul dari tengah atau dari pinggir. Dengan sedikit kreatifitas fasilitas ini bisa menghasilkan language games yang menarik.
Pembuatan animasi dimulai dengan memilih objek yang akan dibuat animasi dengan cara mengklik objek itu. Sesudah itu pilih menu Slide Show dan kemudian memilih menu Custom Animation. Sesudah menekan menu itu akan muncul berbagai pilihan diantaranya order and timing untuk mengatur urutan dan waktu tampil ke layar dan juga pilihan effects untuk mengatur efek yang diinginkan.
9. Membuat Hyperlink
Fasilitas ini sangat penting dan sangat mendukung pembelajaran bahasa karena dengan hyperlink program bisa terhubung ke program lain atau ke jaringan internet. Hyperlink atau hubungan dalam satu program akan memungkinkan programer memberikan umpan balik secara langsung terhadap proses pembelajaran. Hubungan dengan program lain akan memperkaya fasilitas yang mendukung pembelajaran dan hubungan dengan internet akan membuka berbagai kemungkinan pembelajaran yang lebih luas, pribadi dan otentik.
Langkah pembuatan hyuperlink adalah dengan memilih objek yang akan kita link ke program lain atau internet. Sesudah kita memilih objek kita mengklik menu insert dan kemudian mengklik menu hyperlink maka akan muncul dialog box dan kemudian kita menuliskan alamat yang dituju misalnya sebuah file atau sebuah situs web dan kemudian mengklik OK maka objek itu akan tersambung ke alamat yang ditulis. Cara yang kedua adalah melalui menu slide show dan kemudian menekan action settings, sesudah itu akan muncul dialog box. Dengan mengisikan alamat dan mengklik OK maka objek akan tersambung ke alamat yang diinginkan.
10. TeknikPresentasi
a. Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengarmu, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.
b. Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.
c. Lakukan kontak mata dengan pendengar.
d. Presentasikan topik kamu dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.
e. Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa kamu akan menuju ke pemikiran yang lain.
f. Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.
g. Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.
h. Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh)
11. Tips Presentasi Dengan Powerpoint
Beberapa tips untuk membuat desain presentasi PowerPoint yang efektif:
a. Kenali audien dan tetapkan tujuan presentasi yang jelas sebelum mulai mendesain.
b. Buat outline yang runtut dan logis sebelum mendesain.
c. Satu ide pokok dalam satu slide.
d. Selalu ada emphasis dalam setiap slide. Gunakan beberapa kombinasi teknik untuk membuat emphasis yang kuat.
e. Gunakan kombinasi warna dan gambar untuk mempengaruhi emosi audien.
f. Gunakan kombinasi warna yang kontras dan tidak lebih dari 3 - 4 warna pokok.
g. Hindari kombinasi merah – hijau, coklat - hijau, biru – ungu, biru – hitam.
h. Sedapat mungkin visualisasikan ide, gagasan, dan data dengan grafik atau gambar ilustrasi. Namun, jangan menggunakan banyak gambar dalam satu slide.
i. Gunakan efek animasi, suara, movie, dan link untuk memperjelas dan menarik perhatian audien. Namun, pengunaannya harus hemat dan hati-hati agar tidak merusak konsentrasi audien.
j. Konsisten dan menyatu (unity) dalam desain agar audien tidak kesulitan mengikuti logika presentasi.
D. Keunggulan dan Kelemahan dari Media Pembelajaran
Konvensional dan Media Pembelajaran Moderen.
Media pembelajaran seperti yang telah diungkapkan di atas merupakan salah satu alat penunjang kelancaran PBM. Selain memperlancar proses belajar, media pembelajaran juga berguna untuk memaksimalkan seluruh materi agar mampu tersampaikan dan diterima secara maksimal pula oleh siswa.
Dalam kegiatan pembelajaran, secara umum media memunyai fungsi sebagai berikut :
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak.
Latuheru( 1988:23-24) dalam http://endonesa.wordpress.com menjelaskan secara umum manfaat penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu:
1. Media pengajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan.
2. Media pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik berdasarkan latar belakang sosil ekonomi.
3. Media pengajaran dapat membantu anak didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain.
4. Media pengajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar.
5. Media pengajaran dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan.
6. Media pengajaran dapat mengurangi adanya verbalisme dalam suatu proses (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
Dari beberapa penjelasan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa media pembelajaran lebih banyak membawa dampak positif atau kelebihan bagi proses belajar mengajar, namun seperti halnya pepatahyang mengatakan tidak ada gading yang tak retak, sehingga media pembelajaran yang kita tahu lebih banyak bermanfaatpun pasti ada kelemahannya juga. Sekarang akan dijelaskan lebih rinci tentang kelebihan dan kelemahan dari masing-masing media yaitu media konvensional yang dalam makalah ini dicontohkan media visual berupa gambar diam dan media modern dengan penerapan pembelajaran pada power point.
1. Kelebihan dan Kelemahan media Konvensional
Media konvensional yang dalam hal ini adalah media gambar merupakan media pembelajaran yang bersifat visual yang lebih menitikberatkan pada penglihata. Media visual adalah apapun yang dapat dilihat melalui mata. Gambar diam adalah salah satu tipe dari media pembelajaran visual; lebih spesifik lagi, gambar diam bias dicontohkan seperti gambar tangan, lukisan, potret, atau foto. Tujuan utama penggunaannya dalam pendidikan adalah untuk berkomunikasi. Secara singkat, gambar diam digunakan untuk menyediakan informasi dan memperkuat informasi verbal yang diberikan oleh guru kepada siswa.
Media gambar sebagaimana media yang lain, berfungsi untuk menyalurkan pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain itu media gambar juga berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak disajikan dalam sebuah gambar. Selain sederhana dan mudah pembuatannya media gambar termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.
Brown (1977) dalam Harsja W.Bachtiar (1984:23-24) menyebutkan kegunaan gamba diam adalah sebagai berikut:
a. Penggunaan gambar dapat merangsang minat atau perhatian siswa.
b. Gambar membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya.
c. Isyarat yang bersifat non-verbal atau simbol-simbol seperti tanda panah, ataupun tanda-tandalainnya pada gambar diam dapat memperjelas pesan atau mengubah pesan.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar walaupun haya berupa gambar diam, memunyai beberapa kelebihan. Sejalan dengan pendapat Brown, kita tahu bahwa segala sesuatu yang dilihat manusia itu lebih tahan lama tersimpa dalam long time memory manusia daripada apa yang dia dengar. Sehingga hukum ini pun berlaku pula dalam sebuah pembelajaran. Seorang siswa akan lebih cepat menarik sebuah kesimpulan atau pemahaman apabila suara (verbal) yang diucapkan oleh guru atau sumber informasi pembelajaran diikuti oleh gambar yang memperkuat atau memudahkan pemahaman.
Dalam http://tpcommunity05.blogspot.com dijelaskan kelebihan media gambar dan kelemahannya sebagai berikut: (1) Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal. (2) Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. (3) Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. (4) Memperjelas masalah bidang apa saja. (5) Harganya murah dan mudah didapat serta digunakan.(Sadiman; 1996: 31 ).
Adapun kelemahan Media Gambar : (1) Hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa. (2) Gambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif. (3) Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran (Rahadi, 2003 :27).
Dari sumber di atas, dapat simpulkan dan diperluas sendiri bahwa media gambar diam memiliki kelebihan sebagai berikut:
a. Murah. Jelas bahwa media gambar yang dalam hal ini adalah media visual, adalah media yang murah bila dibandingkan dengan media lain seperti audio dan audiovisual. Seorang guru atau pendidik bisa memeroleh gambar baik foto maupun gambar diam lainnya dari segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Seperti saat seorang guru akan memberikan materi tentang menulis puisi, guru dapat memeroleh atau mengabil gambar sebuah pemandangan sawah dari koleksi foto yang ia punya atau dari sumber lain yang pastinya mudah didapat. Dari contoh tersebut, terbukti bahwa salah satu kelebihan media gambar adalah murah dalam hal biaya penggunaan.
b. Dapat diakses oleh kalangan luas. Hal ini berarti media gambar yang diperlukan dalam proses belajar mengajar selain murah, dapat pula dengan murah diperoleh kalangan umum. Gambar seperti pemandangan atau sawah dapat dengan mudah dicari dimanapun dan siapapun baik pendidik, peserta didik, maupun masyarakat luas dapat dengan mudah memerolehnya.
c. Tidak memerlukan peralatan. Gambar diam atau foto dalam kegiatan belajar mengajar tidak memerlukan peralatan unuk mengoperasikanya. Cukup gambar tersebut ditempel atau diletakkan dimanapun dengan mudah tanpa harus menggunakan alat batu lain untuk menempel dan untuk digunakan dalam proses belajar.
d. Bersifat fleksibel, mudah dibawa ke mana-mana. Gambar diam yang ringan dan tidak memerlupan alat lain dalam pengoperasionalanya menjadikan media ini sangat fleksibel untuk dibawa kemana-mana tanpa takut akan rusak karena untuk menyimpannya pun mudah.
e. Dapat digunakan untuk menyampaikan semua materi pembelajaran. Media gambar yang begitu dekat dengan kehidupan manusia karena apapun yang dilakukan oleh manusia dan segala bentuk yang ada di lingkngan manusia dapat dilihat dengan mata atau penglihatan yang berarti dapat pula diabadikan lewat kamera menjadikan media gambar bisa digunakan untuk semua jenis materi pelajaran. Dalam bidang bahasa, gambar sebuah sawah bisa digunakan untuk mendi pembelajaran menulis. Dalam bidang sejarah, gambar para pahlawan dapat mempermudah siswa dalam mengingat materi tentang kemerdekaan. Dalam bidang seni, gambar sebuah pemandangan dapat dijadikan contoh untuk siswa menggambar. Dalam bidang biologi, gambar anggota tubuh manusia mempermudah siswa memahami organ dalam manusia dan sebagainya.
f. Bisa dibaca di mana saja dan kapan saja, tidak terikat tempat dan waktu. ini sejalan dengan kelebihan media gambar yang bersifat fleksibel. Media gambar yang bisa dengan mudah dibawa kemanapun manjadikan media tersebut mudah pula untuk digunakan dimanapun. Sehingga gambar yang diigunakan sebagai media pembelajaran bisa dibaca atau dilihat atau digunakan dimanapun, kapanpun saat pendidik atau peserta didik membutuhkan.
Sedangkan kelemahan yang ada dari media gambar diam adalah :
a. Membutuhkan reading habits atau kebiasaan membaca. Kebiasaan ini perlu untuk membekali pendidik maupun peserta didik dengan pengetahuan yang luas dalam segala bidang. Padahal kebiasaan membaca di Indoesia belum begitu memasyarakat dan belum menjadi kegemaran sehingga kemungkinan kadang guru akan kesulitan dalam menyampaikan gambar.
b. Membutuhkan pengetahuan awal (prior knowledge). Pengetahuan awal perlu karena untuk memahami gambar yang ingin disajikan pendidik maupun peserta didik harus terlebih dahulu memiliki wawasan atau background knowledge tentang gambar segala sesuatu yang mencakup apayang tergambar dalam gambar diam tersebut, sehingga pesan yang akan disampaikan lewat gambar dapat tertangkap secara sempurna. Kenyataannya kebiasaan membaca di ndonesia saja masih rendah, sehingga untuk memeroleh pengetahuan awal seorang pendidik maupun peserta didik kadang sulit.
c. Kurang bisa membantu daya ingat. Di atas telah dijelaskan bahwa apa yang dilihat oleh mausi lebih lama terekam oleh long time memory manusia daripada apa yang didengan olehnya. Tapi apa yang dilihat itu jauh lebih cepat hilang daripada apa yang diucapkan dan dilakukan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar yang hanya berupa media visual atau hanya dilihat oleh peserta didik belum mampu untuk membantu siiswa mengingat materi yang disajikan pendidik dalam waktu yang begitu lama, walaupun visual sudah lebih baik daripada siswa hanya mendengarkan saja.
d. Apabila penyajiannya (font, warna, ilustrasi) tidak menarik, akan cepat membosankan. Salah satu fungsi media pembelajaran adalah untuk menarik perhatia siswa. Sehingga dalam penggunaan media gambar diperlukan kreativitas seorang guru untuk menghasilkan gambar yang manarik bagi siswa. Inilah yang terkadang sulit karena pendidik atau guru kadang tidak punya cukup waktu untuk membuat sebuah media gambar yang menarik untuk satu susbbab materi saja.
2. Kelebihan dan Kelemahan Media Modern
Media pembelajaran modern yang dewasa ini kita kenal memang memberikan cukup banyak manfaat bagi para guru atau pendidik dan siswa atau peserta didik. Media seperti audiotape, vidiotape, Web Based Training (WBT), Internet, dan Computer Based Training (CBT) merupakan media pembelajaran modern yang tidak asing lagi bagi kita. Teknologiinformasi yang dewasa ini berkembang memang memeberikancakrawala yangluas bagi giur atau pendidik untuk membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswa,media yang tentunya tidak ketingalan zaman.
Kelebihan dan kelemahan media modern akan kita kaji lebih dalam dan khusus pada Computer Based Training (CBT) yang mengerucut pada kelebihan dan kelemahan Microsoft Power Point sebagai salah satu contoh media pembelajaran yang modern dan berbasis TI (teknologi Informasi)
Dalam http://apadefinisinya.blogspot.com Computer Based Training (CBT) memunyai beberapa kelebihan seperti:
a. Tampilanya bisa menghasilkan kombinasi antara tulisan (teks),suara (audio), gambar (video), serta animasi.
b. Dapat mengakses informasi secara instan dari manapun yang dicakup dari compact dist tersebut.Menghasilkan gambar yang lebih jelas.
c. Program dan sistem computer based training (CBT) yang lebih canggih lebih memungkinkan pembelajaran mengakses lebih banyak, bukan hanya satu macam pilihan seperti pada audiotape atau videotape.
d. Menyediakan fasilitas akses informasi yang lebih banyak.
e. Dapat disesuaikan dengan motivasi, kemampuan dan kecepatan pembelajaran.
f. Sebagai guru yang sabar mengurangi kekhawatiran pembelajaran jika kurang paham.
Kelemahan Computer Based Training (CBT): 1)Kelemahan mendasar dari penggunaan program adalah tidak adanya iteraksi antarmanusia. 2) Memerlukan biaya mahal. Optimalisasi Computer Based Training (CBT) dapat dilakukan dengan mengasah keterampilan dan kemahiran mengoperasikan peralatan komputer yang merupakan syarat utama dan bila ingin mengoperasikan, perhatikan terlebih dahulu mekanismenya.
Setelah disampaikan beberapa keunggulan dan kelemahan CBT yang masih terlalu umum, di bawah ini dijelaskan kelebihan dan kelemahan penggunaan Microsoft Power Point sebagai media pembelajaran bahasa.
Telah dijelaskan dalam subbab sebelumnya bahwa Microsoft Power Point merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft, dan merupakan salah satu program berbasis multi media. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office. Jadi pada waktu penginstalan program Microsoft Office dengan sendirinya program ini akan terinstal. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.
Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya tampilan ikon-ikon. Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. Pemakai tidak harus mempelajari bahasa pemrograman. Dengan ikon yang dikenal dan pengoprasian tanpa bahasa program maka hambatan lain dari pembelajaran dengan komputer dapat dikurangi yaitu hanbatan pengetahuan tehnis dan teori. Pengajar atau ahli bahasa dapat membuat sebuah program pembelajaran bahasa tanpa harus belajar bahasa komputer terlebih dahulu.
Dalam http://isroi.wordpress.com MS PowerPoint memiliki beberapa keunggulan dibandingkan program lain, antara lain:
a. Menyediakan banyak pilihan media presentasi:
 Slide Show Presentation (Presentasi Slide Show): menggunakan LCD atau InFocus.
 Online Presentation (Presentasi Online): melalui internet atau LAN.
 Print Out dan Handout : presentasi dicetak dan dibagikan pada peserta.
b. Presentasi Multimedia: kita dapat menambahkan berbagai multimedia pada slide presentasi, seperti : clip art, picture, gambar animasi (GIF dan Flash), background audio/music¸narasi, movie (video klip).
c. Pemaketan slide presentasi ke dalam CD. Power Point memiliki fasilitas untuk memaket slide presentasi ke dalam CD.
d. Presentasi ini dapat ditampilkan langsung (autorun) dan masih dapat ditampilkan walaupun tidak terinstall program Power Poin.
e. Modus Slide Show yang lengkap. Custom Animation Power Poin memiliki fasilitas custom animation yang sangat lengkap. Dengan fasilitas ini presentasi dapat menjadi lebih ’hidup’, menarik, dan interaktif.
Sedangkan dalam http://pamongsakaba.wordpress.com penggunaan program ini pun memiliki kelebihan sebagai berikut:
a. Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
b. Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
c. Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
d. Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
e. Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-uang.
f. Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD / Disket / Flashdisk),sehingga paraktis untuk di bawa ke mana-mana.
Dari beberapa sumber di atas dapat kita simpulkan beberapa keunggulan media Power Point sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Proses pembuatan mudah. Pembuatan slide presentasi untuk sebuah materi pembelajaran menggunakan Power Point sebagai mana telah dijelaskan dalam bab sebelumnya sangat mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan oleh guru atau pendidik. Bahkan di atas sudah dikatakan bahwa Power Point ini mudah dipelajari oleh orang yang tidak ahli komputer sekalipun karena program di dalamnya yang sederhana dan standart.
b. Lebih menarik perhatian. Ini karena tampilan slide yang muncul atau slide yang dibuat bisa diisi dengan macam-macam warna yang menarik untuk background, diisi suara, film, video, gambar, dan sejenisnya sehingga tampilan materi lebih terkesan hidup dan menarik.
c. Fleksibel dan simpel. Fleksibel berarti materi atau slide yang telah dibuat bisa disajikan dimanapun. Simple karena filenya bisa dengan mudah disimpan untuk dipresentasikan dimanapun dan kapanpun seperti disimpan dalam disket, CD, atau flashdisk sehingga mudah dan simple untuk dibawa. Sedangkan hardfile bisa dibawa dan dipelajari kapanpun dan dimanapun juga.
d. Efekti. Efektif digunakan dalam media pembelajaran karena guru atau pendidik tidak perlu menulis materi yang akan disampaikan di papan tulis, tapi cukup menampilkan slide yang sudah dibuat. Selain itu, guru sebagai pendidik tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk berceramah karena dalam slide sudah tersaji materi yang diperlukan sehingga kegiatan belajar mengajar lebih cepat dan dalam satu pertemuan pelajaran dapat menghasilkan materi yang secara kuantitas lebih banyak dan secara kualitas lebih mudah dipahami.
Selain keunggulan yang telah dikemukakan program aplikasi ini mempunyai beberapa keterbatasan. Seperti halnya media gambar diam dan seluruh media pembelajaran yang ada, semua memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga media pembelajaran power point juga memiliki kelemahan. Dalam www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.doc dijelaskan Keterbatasan utama dari media ini ialah pembelajar tidak bisa berinteraksi langsung untuk menuliskan komentar ataupun menjawab pertanyaan yang ada. Selain itu, fasilitas yang ada hanya memfasilitasi tanggapan dalam bentuk pilihan.
Dari Kelemahan media Power Point adalah :
a. Biaya lebih mahal. Berbeda dengan media gambar yang murah karena bisa dibuat atau diambil dengan mudah lewat kamera dan tinggal di cetak, media Power Point memerlukan sedikit biaya lebih karena berbasis teknologi. Sehingga perlu adanya komputer, lalu dalam pembuatannya pun kadang perlu terhubung internet untuk medapatkan hasil terbaik, dan penggunaanyapun perlu LCD sehingga secara peralatan media ini memerlukan peralatan yang cukup banyak.
b. Apabila penyajian slide tidak menarik, akan cepat membosankan. Pada dasarnya Power Point juga merupakan media visual tetapi lebih menarik daripada media gambar dia karena gambar yang dan dalam slide Power Point bisa saja dibuat bergerak, lalu bisa ditambahi suara, atau bahkan video yang berarti media ini menjadi tidak hanya sekedar media visual tapi bisa juga campuran. Namun demikian, segala percampuran itu akan terlihat jelek dan membosankan apabila seorang guru tidak mampu menggabungkan atau membuat slide dengan baik.
c. Perlu kreativitas yang lebih. Seperti diungkapkan pada poin pertama bahwa slide yang tidak menarik akan menjadikan siswa cepat bosan, sehingga diperlukan kreativitas dari guru untuk membuat slide yang menarik.
d. Membutuhkan keterampilan dibidang komputer. Sebenarnya program MS Power Poin adalah program yang sederhana dan dasar dalam komputer bahkan untuk mengoperasikannya juga mudah, tetapi kadang ada pendidik yang kesulitan untuk membuatnya karena tidak mengenal komputer.
Demikian beberapa kelemahan yang ada dalam media Power Point, tidak ada sesuatu yang sempurna, namun dengan keterbatasan ini program ini media Power Point tetap menawarkan fasilitas yang cukup untuk membuat sebuah program pembelajaran khususnya pembelajaran bahasa dengan mudah dan dengan hasil yang menarik.

E. Contoh Pembelajaran Sastra dengan Media Power Point Dalam dan Contoh Pembelajaran Satra dengan Media Konvensional (Gambar Diam Seri).
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Banyak sekali hambatan yang dihadapi oleh guru dalam penyampaian pesan kepada siswa, baik dari dalam diri guru sendiri maupun siswa. Proses komunikasi belajar mengajar seringkali berlangsung secara tidak efektif dan efisien.
Telah menjadi pengetahuan umum bahwa penggunaan media merupakan salah satu komponen penting di dalam proses pembelajaran di sekolah. Penggunaan media dipandang penting oleh karena membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penyiapan media pembelajaran menjadi salah satu tanggung jawab guru
Sejalan dengan itu, meluasnya kemajuan bidang komunikasi dan teknologi serta tingginya dinamika dalam dunia pendidikan semakin meluas pula tuntutan dan peluang penggunaan media yang lebih maju dan bervariasi di dalam proses pembelajaran. Terutama, dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, berbagai kemungkinan dan kemudahan ditawarkan di dalam upaya memberi solusi terhadap berbagai masalah pembelajaran, terlebih untuk pengembangan media. Teknologi kumputer menawarkan berbagai kemungkinan dan kemudahan menghasilkan dan mengolah audio-visual sehingga pembuatan media pembelajaran yang lebih maju dan variatif dapat dilakukan.
Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia; realia; gambar bergerak atau tidak; tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari suatu bidang studi dengan optimal. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu dalam satu waktu atau tempat.
Tehnologi komputer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus di atas sehingga pembelajaran bahasa asing akan lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima stimulus itu dengan program komputer sedangkan pemrogram komputer tidak menguasai pembelajaran bahasa.
Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Demikian pula dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah-sekolah. Para pendidik perlu memanfaatkan berbagai media yang ada agar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menjadi tidak membosankan, lebih menarik, terjadi saluran komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik. Dengan demikian maka pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan efisien.
Dan salah satu media yang dapat digunakan untuk pembelajaran sastra di sekolah adalah power point. Sebagai salah satu bagian piranti komputer, power point dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran sastra. Pembelajaran dengan komputer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas. Pembelajaran pun menjadi lebih bersifat pribadi yang akan memenuhi kebutuhan strategi pembelajaran yang berbeda-beda.
Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya tampilan ikon-ikon. Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. Pemakai tidak harus mempelajari bahasa pemrograman. Dengan ikon yang dikenal dan pengoprasian tanpa bahasa program maka hambatan lain dari pembelajaran dengan komputer dapat dikurangi yaitu hanbatan pengetahuan tehnis dan teori. Pengajar dapat membuat sebuah program pembelajaran sastra.
Salah satu keterampilan berbicara dalam kemamuan bersastra di sekolah baik itu SD, SMPP, atupun SMA adalah mendongeng. Mendongeng dapat menjalin komunikasi yang akrab antara pendongeng dan pendengar. Serta dapat memupuk jiwa kreatif pada paserta didik.
Perkembangan teknologi mulai membuat orang mengubah cara mereka mendongeng. Dahulu, orang menyampaikan dongeng secara verbal, kemudian berkembang dengan menggunakan potongan-potongan gambar. Sekarang, orang mulai melirik mendongeng dengan menggunakan power point, aplikasi komputer yang biasa digunakan untuk presentasi.
Sebagai salah satu bagian dari pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, terutama sastra, pengajaran dongeng dapat memanfaatkan fasilitas power point yang berada di komputer. Dengan memamaatkan fasilitas power point maka pengajaran dongeng menjadi variatif dan menarik. Dengan memanfaatkan power point kita bisa mmenyisipkan gambar-gambar yang menarik dan sesuai dengan dongeng, kita juga bisa memberikan efek suara.
Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Cara mendongeng dengan Power Point dicontohkan pendongeng asal Brunei Darusalam, Haji Kifli Bin Haji MD. Zain (43) (www.Kompas.com.) Di Brunei, sering menggunakan power point untuk mendongeng. Power point memudahkan pendongeng menyiapkan materi karena tidak perlu membawa lembaran-lembaran gambar. Selain itu, pendongeng dapat berkeliling dan anak-anak tetap dapat membayangkan dengan melihat gambar di depannya.
Berikut ini ada contoh mendongeng dengan menggunakan power point, dan sebagai perbandingan juga disertakan mendongeng dengan menggunakan media gambar diam. Dongeng yang digunakan adalah dongeng Timun Mas :

1. Dengan menggunakan power point


















2. Dengan menggunakan media gambar diam seri
a. Gambar pertama Mbok Rondo mendapatkan anak yang diberi nama Timun Mas.





Gambar diunduh dari muchrojimahmad.blogspot.com.
b. Gambar 2 menemui seorang petapa di Gunung Kidul untuk meminta ramuan.





Gambar diunduh dari cendekiacentre.blogspot.com.
c. Gambar 3 Buto Ijo mengejar Timun Mas.





Gambar diuduh dari digibookgallery.com
d. Gambar 4 Buto Ijo tenggelam di danau lumpur







Gambar diuduh dari rovicky.wordpress.com

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Media pembelajaran berfungsi untuk lebih mengefektifkan kegiatan pembelajaran. Microsoft PowerPoint merupakan sebuah software yang dibuat dan berbasis multi media. Didalam komputer, biasanya program ini sudah dikelompokkan dalam program Microsoft Office dalam OS Windows. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik. PowerPoint merupakan salah satu media untuk menyampaikan presentasi.
Kelebihan dari media gambar adalah : 1) murah, 2) dapat diakses oleh kalangan luas, 3) tidak memerlukan peralatan, 4) bersifat fleksibel, mudah dibawa ke mana-mana, 5) dapat digunakan untuk menyampaikan semua materi pembelajaran, dan 6)bisa dibaca di mana saja dan kapan saja, tidak terikat tempat dan waktu. Sedangkan kelemahan yang ada dari media gambar diam adalah : 1) membutuhkan reading habits atau kebiasaan membaca, 2) membutuhkan pengetahuan awal (prior knowledge), 3) kurang bisa membantu daya ingat, 4) apabila penyajiannya (font, warna, ilustrasi) tidak menarik, akan cepat membosankan.
Kelebihan dari media pembelajaran Power Point adalah : 1) proses pembuatan mudah, 2) lebih menarik perhatian, 3) fleksibel dan simple, dan 4) efektif. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah : 1) biaya lebih mahal, 2) apabila slide presentasi tidak menarik, siswa akan cepat bosan, 3) perlu kreativitas yang lebih, dan 4) membutuhkan keterampilan dibidang komputer.
Powerpoint dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Terutama dalam pembelajaran sastra, misalnya saja pembelajaran dongeng. Dengan powerpoint, dongeng dapat disajikan dengan lebih menarik, dengan slide-slide yang berwarna-warni dan beraneka ragam. Sehingga peserta didik tidak hanya diberikan materi secara lisan dan abstrak, tetapi juga visualisasinya yang lebih konkret. Bahkan kita dapat menambahkan efek-efek suara yang dapat menarik perhatian siswa. Sehingga pembelajaran mengenai dongeng tidak monoton dan membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sehingga dapat mencapai hasil yang optimal.

B. Saran
Bagi guru atau pendidik yang ingin memanfaatkan media Power Point, harus lebih kreatif dalam membuat tampilan atau slide sehingga siswa tidak mudah bosan.
Pada penggunaannya, apabila guru atau pendidik yang mengalami keasulitan dalam membuat presentasi dapat menggunakan buku padnuan tentang Power Point.
Guru atau pendidik tidak boleh tergantung pada media tersebut, tetapi harus kreatif dalam memanfaatkan meia pembelajaran yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Akhmad Sudrajat. 2009. “Media Pembelajaran”. www.akhmadsudrajat.wordpress.com. (diakses: Rabu, 11 November 2009).

Anonim. 8 Agustus 2008. www.Kompas.com. (diakses: Kamis, 12 November 2009).

Anonim. cendekiacentre.blogspot.com. (diakses: Jumat, 13 November 2009).

Anonim. digibookgallery.com. (diakses: Jumat, 13 November 2009).

Anonim. rovicky.wordpress.com. (diakses: Jumat, 13 November 2009).

Brown, H. Douglas. 1994. Principles of Language Learning and Teaching, Prentice Hall Regents: New Jersey.

Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. 2001. Media pembelajaran: Sebagai Bahan Ajar. Jakarta: Bumi Angkasa.

Kemp, Ferrod E. 1980. Planning and Producing Audiovisual Materials. Harper and Row: New York.

Muchroji Mahmad. muchrojimahmad.blogspot.com.(diakses: Kamis, 12 November 2009).

Oemar Hamalik. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Angkasa.

Sayhusaini. 2009. “Macam-macam Media Pembelajaran dan Karakteristiknya”. http://sayhusaini.blogspot.com/2009/03/macam-macam-media-pembelajaran-dan.html. (diakses: Rabau, 11 November 2009).

Sukarman. 2009. “Media Pembelajaran ‘Aplikasi Powerpoint 2007’”. http://bugishq.blogspot.com/2008/07/media-pembelajaran-aplikasi-powerpoint.html. (diakses: Rabu, 11 November 2009).

Wayan Santyasa. 2009. “Landasan Konseptual Media Pembelajaran Pendidikan”. www.freewebs.com/santyasa/pdf2/MEDIA_PEMBELAJARAN. (diakses: Rabu, 11 November 2009).

Yudi Nugraha. 2009. “Media Pembelajaran dalam Pendidikan”. http://yudinugraha.co.cc/?p=9. (diakses: Rabu 11 November 2009).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar